Kembali ke Galeri Work
Informatika UNAND - Pemrograman Web

Laporan Praktikum: Implementasi MVC Laravel

Oleh: Renaldi Alwean Saputra | NIM: 2411532003

Mei 2026

A. PENDAHULUAN

Dalam pengembangan aplikasi web modern, pengelolaan data yang kompleks dan saling berhubungan merupakan hal yang tidak terhindarkan. Sistem basis data relasional (RDBMS) dirancang untuk menangani hubungan antar-tabel ini melalui konsep Primary Key dan Foreign Key. Namun, melakukan interaksi data relasional menggunakan SQL murni sering kali membutuhkan kueri yang panjang dan kompleks. Laravel, sebagai salah satu framework PHP paling populer, menyediakan solusi elegan untuk mengatasi tantangan ini melalui Eloquent ORM (Object-Relational Mapping). Eloquent memungkinkan pengembang untuk berinteraksi dengan tabel database seolah-olah mereka adalah objek PHP standar. Melalui fitur Eloquent Relationship, hubungan antar-tabel seperti One-to-Many (Satu ke Banyak) maupun Many-to-Many (Banyak ke Banyak) dapat didefinisikan secara deklaratif di dalam berkas Model. Modul praktikum ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai implementasi relasi basis data di dalam Laravel. Menggunakan studi kasus Sistem Akademik Sederhana yang melibatkan data Jurusan (Major), Mahasiswa (Student), dan Mata Kuliah (Subject), mahasiswa akan dituntun langkah demi langkah—mulai dari perancangan migrasi database, pembuatan model relasional, manipulasi data menggunakan Seeder, hingga penyajian data relasi yang efisien pada halaman web.

B. LANGKAH KERJA & INSTALASI

1. Konfigurasi Database

Langkah pertama adalah melakukan sinkronisasi aplikasi Laravel dengan database MySQL. Pengaturan dilakukan pada file .env dengan menyesuaikan nama database menjadi web_wean, menggunakan username bawaan root, tanpa password.

Instalasi XAMPP Konfigurasi Database dengan XAMPP.

2. Pembuatan File Migration

Membuat file migration baru menggunakan perintah Artisan php artisan make:migration create_products_table. File ini berfungsi sebagai version control untuk membuat struktur tabel products di database secara otomatis.

Verifikasi Terminal Verifikasi

3. Pembuatan File Seeder

Membuat file seeder dengan menjalankan perintah php artisan make:seeder ProductSeeders. File ini nantinya digunakan untuk mengisi data awal (dummy data) ke dalam tabel produk secara otomatis tanpa input manual.

Student Controller

Mengisi data produk contoh ke dalam tabel products menggunakan Query Builder DB::table('products')->insert(). Pada langkah ini, dimasukkan dua data awal berupa "Laptop" seharga 7.000.000 dan "Mouse" seharga 150.000 lengkap dengan penanda waktu.

Student Controller

4. Registrasi Seeder pada Database

menggunakan perintah $this->call(ProductSeeder::class);. Hal ini memastikan seeder produk ikut dieksekusi saat perintah php artisan db:seed dijalankan.

Instalasi XAMPP

5. Eloquent dan Controller

Membuat file Model bernama Product menggunakan perintah php artisan make:model Product. Model ini bertindak sebagai representasi objek tabel products sekaligus menjembatani interaksi data menggunakan fitur ORM Eloquent bawaan Laravel.

Instalasi XAMPP

Membuat file controller bernama ProductController lewat perintah php artisan make:controller ProductController. File ini berperan sebagai pengatur logika bisnis aplikasi yang mempertemukan data (Model) dengan tampilan (View).

Instalasi XAMPP

Di dalam ProductController, dibuat fungsi index() untuk menyiapkan data array lokal berisi daftar produk ('Laptop', 'Mouse', 'Keyboard'). Data tersebut kemudian dikirimkan (passing data) ke file view tertentu menggunakan fungsi compact('products')

Instalasi XAMPP

6. Route

Langkah terakhir adalah mendaftarkan route baru pada file routes/web.php. Menggunakan metode HTTP GET dengan URL /products, rute ini diarahkan untuk memicu fungsi index yang ada di dalam ProductController. Rute inilah yang diakses pengguna melalui browser.

Instalasi XAMPP
Instalasi XAMPP

E. KESIMPULAN

Berdasarkan serangkaian langkah yang telah dilakukan, praktikum ini berhasil mengimplementasikan alur kerja backend development dalam membangun fitur pengelolaan data produk menggunakan framework Laravel. Melalui praktik ini, terlihat jelas bagaimana fitur Migration dan Seeder memberikan efisiensi yang tinggi dalam manajemen database. Migration bertindak sebagai version control yang memungkinkan pembuatan skema tabel secara terstruktur langsung melalui kode program, sementara seeder mempermudah proses pengisian data awal (dummy data) secara otomatis untuk kebutuhan pengujian sistem.