Perkembangan teknologi web saat ini menuntut pengembang aplikasi untuk bekerja secara lebih efisien, terstruktur, dan aman. Dalam ekosistem PHP, Laravel telah menjadi salah satu framework yang paling populer karena menyediakan berbagai fitur modern yang mempermudah proses pengembangan, seperti Eloquent ORM, Blade Templating Engine, dan sistem antrean (Queues). Laravel mengadopsi arsitektur Model-View-Controller (MVC) yang memungkinkan pemisahan yang jelas antara logika bisnis, pengelolaan data, dan tampilan antarmuka aplikasi.
Tahap pertama adalah memastikan semua software pendukung terpasang. XAMPP digunakan untuk server lokal, Composer untuk manajemen library PHP, Git untuk version control, dan Node.js untuk asset bundling.
Gambar 1: Status instalasi XAMPP Control Panel.
Gambar 2: Proses pengunduhan Composer melalui situs resmi.
Gambar 3: Tahap instalasi Git SCM.
Gambar 4: Website resmi Node.js untuk runtime JavaScript.
Setelah instalasi selesai, dilakukan verifikasi melalui terminal di Visual Studio Code untuk memastikan semua tool sudah terintegrasi dengan sistem.
Gambar 5: Pengecekan versi tools melalui terminal terintegrasi VS Code.
Langkah selanjutnya adalah membuat proyek Laravel baru. Pada praktikum ini, kita mengeksplorasi pembuatan Controller dan View sebagai bagian dari konsep MVC.
Gambar 6: Source code StudentController.php untuk pengolahan logika.
// app/Http/Controllers/StudentController.php
public function index() {
return view('student.index');
}
Gambar 7: Konfigurasi rute pada routes/web.php.
Gambar 8: Struktur tampilan (View) menggunakan Blade Engine.
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa proses instalasi dan konfigurasi awal framework Laravel memerlukan kesiapan lingkungan pengembangan yang mumpuni, mulai dari web server lokal hingga manajemen paket. Penggunaan tools seperti Composer sangat krusial dalam menjaga keteraturan library PHP, sementara Node.js memastikan aset frontend dapat terkelola dengan baik.
Pemahaman mengenai arsitektur Model-View-Controller (MVC) menjadi fondasi utama. Dengan memisahkan logika data, tampilan, dan pemrosesan request, pengembangan aplikasi web menjadi lebih terorganisir, skalabel, dan mudah untuk dikembangkan lebih lanjut.