Kembali ke Galeri Work
Informatika UNAND - Pemrograman Web

Laporan Praktikum: Instalasi & Pengenalan Framework Laravel 12

Oleh: Renaldi Alwean Saputra | NIM: 2411532003

Mei 2026

A. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi web saat ini menuntut pengembang aplikasi untuk bekerja secara lebih efisien, terstruktur, dan aman. Dalam ekosistem PHP, Laravel telah menjadi salah satu framework yang paling populer karena menyediakan berbagai fitur modern yang mempermudah proses pengembangan, seperti Eloquent ORM, Blade Templating Engine, dan sistem antrean (Queues). Laravel mengadopsi arsitektur Model-View-Controller (MVC) yang memungkinkan pemisahan yang jelas antara logika bisnis, pengelolaan data, dan tampilan antarmuka aplikasi.

B. RUMUSAN MASALAH

C. TUJUAN PRAKTIKUM

  1. Mahasiswa mampu melakukan instalasi dan konfigurasi perangkat pendukung seperti XAMPP, Composer, Git, dan Node.js.
  2. Mahasiswa memahami persyaratan sistem minimal agar framework Laravel dapat berjalan dengan optimal.
  3. Mahasiswa mampu membuat proyek Laravel baru serta memahami fungsi dari setiap struktur folder utama.
  4. Mahasiswa dapat mengimplementasikan rute sederhana (routing) dan memahami peran MVC dalam menangani request.

D. LANGKAH KERJA & INSTALASI

1. Persiapan Environment

Tahap pertama adalah memastikan semua software pendukung terpasang. XAMPP digunakan untuk server lokal, Composer untuk manajemen library PHP, Git untuk version control, dan Node.js untuk asset bundling.

Instalasi XAMPP Gambar 1: Status instalasi XAMPP Control Panel.
Download Composer Gambar 2: Proses pengunduhan Composer melalui situs resmi.
Instalasi Git Gambar 3: Tahap instalasi Git SCM.
Instalasi Node JS Gambar 4: Website resmi Node.js untuk runtime JavaScript.

2. Integrasi & Verifikasi

Setelah instalasi selesai, dilakukan verifikasi melalui terminal di Visual Studio Code untuk memastikan semua tool sudah terintegrasi dengan sistem.

Verifikasi Terminal Gambar 5: Pengecekan versi tools melalui terminal terintegrasi VS Code.

3. Pembuatan Project & Struktur MVC

Langkah selanjutnya adalah membuat proyek Laravel baru. Pada praktikum ini, kita mengeksplorasi pembuatan Controller dan View sebagai bagian dari konsep MVC.

Student Controller Gambar 6: Source code StudentController.php untuk pengolahan logika.
PHP
// app/Http/Controllers/StudentController.php
public function index() {
    return view('student.index');
}
Web Routing Gambar 7: Konfigurasi rute pada routes/web.php.
Blade View Gambar 8: Struktur tampilan (View) menggunakan Blade Engine.

E. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa proses instalasi dan konfigurasi awal framework Laravel memerlukan kesiapan lingkungan pengembangan yang mumpuni, mulai dari web server lokal hingga manajemen paket. Penggunaan tools seperti Composer sangat krusial dalam menjaga keteraturan library PHP, sementara Node.js memastikan aset frontend dapat terkelola dengan baik.

Pemahaman mengenai arsitektur Model-View-Controller (MVC) menjadi fondasi utama. Dengan memisahkan logika data, tampilan, dan pemrosesan request, pengembangan aplikasi web menjadi lebih terorganisir, skalabel, dan mudah untuk dikembangkan lebih lanjut.